Bagiku hari ini lumayan panjang, agenda – agenda yang harus kulalui dihari ini sudah tertulis dalam benakku. Jam 8 pagi tepat kereta sembrani yang membawaku dan seluruh anggota keluarga ku memasuki stasiun pasar turi, lega rasanya akhirnya kami telah sampai di kampung halaman dengan selamat, tapi cepat rasa itu tergantikan dengan kegusaran padatnya agenda kuliah dan praktikum, kecut juga sih rasanya, setelah 4 hari bersenang-senang dengan ibu, ayah, adik2, tapi 1 jam kedepan aku sudah harus berkutat dengan pasien yang sering sekali membuat cemas, tuntutan target-target pekerjaan, dan yang paling tidak mengenakkan harus kembali bertemu dengan dosen-dosen klinik yang tidak jarang membuat hati jadi dongkol, campur aduk jadi satu rasanya. Ah tapi namanya juga sekolah, enak ndak enak juga harus diterima dengan lapang dada..yo wis semangat lah…
Jam 9 tepat aku sudah berada di kampus, sambil menunggu pasien datang kusiapkan semua peralatan, alat –alat kumasukkan ke autoclave, agar steril dan bebas dari segala jenis mikroba. Tik..tik..tik.. jam terus berputar, pasien yang ku tunggu belum juga datang, jarum pendek telah berada diangka 10, kurang 2 jam lagi jatah praktikumku selesai…cemas..cemas..cemas…mulut komat-kamit Allahumma yasiiru wa la tuassiru birohmatika ya arhamar rohimin, Ya Allah mudahkanlah rencanaku…takut bapak yang kurawat tidak datang, yang berarti tertunda lagi target pekerjaanku untuk hari ini.
Tapi alhamdulillah beliau bener-benar menepati janjinya, datang tepat waktu sesuai dengan perjanjian. Prosedur perawatan hari ini berjalan mulus, tanpa ada masalah yang berarti, 3 target tahapan perawatan telah kulalui dan berhasil dapat acc dari dosen, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan juga berhasil kujawab dengan baik, yaa intinya hari ini aku harus mensyukuri kesuksesan kecilku…segala puji bagi Allah yang memudahkan urusanku di hari ini.
Kehidupan beban perkuliahanku memang unik, tidak jarang kelulusan kami tidak hanya bergantung pada diri sendiri, begitu banyak faktor yang berperan, dari pasien, dosen, dan tentunya kami sebagai operator yang merawat. Biarpun kami sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, membekali diri dengan teori yang cukup, tapi jika pasien yang kami rawat tidak kooperatif, habislah kami. Tapi yang jelas banyak sekali hal-hal yang bisa dipelajari dari proses ini, setidaknya pelajaran untuk terus berusaha membuat orang lain nyaman denganku, sehingga timbul kepercayaan dan ada kemauan untuk dirawat, hingga belajar tawakal dan ridho dengan segala kehendak-Nya. Kuakui setelah bersekolah di kampus ini, rasa ketergantunganku pada Allah menjadi semakin bertambah, benar-benar sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk memudahkan semuanya kecuali Allah, semuanya begitu tidak terduga, penuh kejutan, yang tidak jarang membuat hati depresi dan hampir putus asa, tapi sekali lagi hanya Allah-lah yang selalu memberikan pertolongan lewat jalan yang sering sekali tidak terduga dan luput dari logikaku.
Amin ya rabb….smoga sampean juga bgitu
PUSINGG…. Kuliah, skripsi, tugas kelompok, tugas mandiri, diskusi, dll..

Kepala rasanya mau pecah aja..
Sepertinya banyak dukanya deh di FKG
Senengnya ntar kalo dah lulus
hmmm kapan ya…
Opo tho kok jd diskusi dewe hehe…afwan sitenya sepi..gini ini lebih banyak komen yg masuk daripada tulisan baru..
Bener tuh Gam namanya jg hidup, pasti banyak masalah, kalo ndak ada masalah itu malah jadi masalah..gmn??
Gam, btw klinik konser 2 ku bye..bye deh, gak lulus bro, ya… kyaknya jadi nambah jml smester nih, slamat datang smster 11. hik..hik
semoga kita mendapatkan manfaat dari cobaan ini
masalah pasien emang ribet en susah
alaaah sok bijak niye…piye klinikmu brapa yang nyantol?? kayaknya lebih banyak dari aku kan?hehe dulu-duluan lulus yuk..(afwan congkak, cari bolo ceritanya)
afwan…kami disini sedang menghadapi UAS, doakan hasilnya sesuai dengan harapan.btw kenapa site antum gak bisa dibuka ya?
nia, linkku dah ganti. Tolong diubah ya. Jadi http://www.rosyidi.com
makasih.