Judul yang provokatif bukan??? tapi begitulah adanya, ketika kita telah memutuskan untuk memasuki gerbang tersebut, maka media pembelajaran kan begitu lebar terbentang, banyak sekali hal baru yang akan kita temui dengan segala kejutan yang lumayan membuat kita terkaget-kaget dibuatnya. Bahkan saking beragamnya lika-liku tentang pernikahan, saya dan seorang kawan sempat bercanda untuk ikut meramaikan persaingan buku-buku tentang pernikahan, dan nantinya akan kami beri judul Menikahlah!maka kau akan belajar…hehehe.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ternyata menikah tidaklah sesederhana dan seindah yang dibayangkan. Maaf kawan bukan menakuti, tapi menurut saya keindahan menikah adalah terletak dalam proses pembelajarannya. Bayangkan! dua individu dengan perbedaan karakter,perbedaan pola pendidikan orang tua, perbedaaan cara pikir, perbedaan orientasi, perbedaan asal -usul, bahkan selera makanan yang berbeda, harus hidup terus berdua hampir 24 jam, dituntut untuk menyelesaikan segala konflik, baik internal maupun eksternal. Bukan hal yang sederhana bagi saya. Tapi disitulah tantangannya. Butuh kesabaran, butuh ketrampilan komunikasi, butuh toleransi, butuh sedikit trik dan tentunya membutuhkan akhlaq yang baik, agar tidak menyakiti pasangannya. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana kita menyandarkan dan mendekatkan diri kepada Allah, agar sebesar apapun konflik yang terjadi, Allah akan menjadikannya happy ending, dan semakin mempererat hubungan antara suami dan istri.Di situlah menurut saya yang disebut keberkahan dalam pernikahan.
Itulah mengapa didalam ‘belajar’ ilmu pernikahan, kita hampir diwajibkan untuk menjadi ‘praktisi’, bukan sekedar pegamat! hehe…
betul bang!!…setuju!makanya kapan nih jadi praktisinya??gak enak loh jadi pengamat terus…hehe
menikahlah..engkau akan belajar banyak tentang kehidupan…..selamat ya bu dokter….
wah pak dokter, terima kasih banyak kunjungannya….