Memang pengalaman saya naik pesawat masih dapat dihitung dengan jari, tapi dari yang beberapa itu,sudah 3 macam jenis pesawat yang sudah saya rasakan, dari pesawat besar sekelas boeing, sedikit besar, Fokker, dan terakhir tipe pesawat mini bermesin baling-baling, cassa. Ketiga jenis pesawat itu memberikan sensasi yang berbeda-beda.
Naik pesawat tipe boeing mungkin sudah banyak yang merasakannya,ya… pesawat tipe ini memang biasa digunakan sebagai penerbangan komersil diindonesia, beberapa maskapai penerbangan domestik banyak menggunakan tipe angkutan udara yang satu ini.
Berbeda dengan Fokker, pesawat tipe ini biasanya digunakan sebagai pesawat carteran, jika para milyader membutuhkan tumpangan sewaktu-waktu untuk berpergian jauh dengan waktu yang cepat. Memang ada sedikit keburuntungan saya bisa mencicipi naik pesawat tipe ini, karena memang tidak mungkin saya dan keluarga saya bisa mencarter pesawat. Tapi saya sedang tidak ingin menceritakan tentang kenapa saya bisa naik pesawat yang hanya berkapasitas sekitar 50 orang ini. Jika naik Fokker sensasi ketika landingnya terasa lebih seru dibanding dengan boeing,perut lebih terasa “teraduk”, ketika pesawat bergerak turun, tapi itu belum mampu membuat saya mual, saya Cuma pringisan dan cengar-cengir menikmatinya, asoy man!
Lain halnya ketika saya “terpaksa “ naik casa, tidak main-main, casa yang saya tumpangi milik Angkatan Laut (kebetulan suami Angkatan Laut, jadi bolehlah sedikit menikmati fasilitas Negara,hehe).
Tipe pesawat cargo ini biasanya digunakan untuk mengangkut tentara yang pada mau terjun payung atau untuk mengangkut bahan makanan,dan bala bantuan di daerah bencana, ya mirip memang dengan yang pernah saya lihat di tivi ketika berita.
Tempat duduk pesawat casa diatur berbeda, jika pesawat yang lain tempat duduk penumpangnya menghadap ke pilot, tapi yang ini beda, kita bagaikan naik angkot terbang, duduknya saling berhapan coy,bahkan karena waktu itu penumpangnya agak banyak, jadi ada juga penumpang yang duduk di dibawah, ditengah diantara kursi,hehe bonek banget kan? Ya itulah INDONESIA..tanpa sabuk pengaman dan ceramah pembukaan yang biasa disampaikan sang pramugari cantik didepan pesawat.
Pesawat ini berkapasitas sekitar 20 orang termasuk crew pesawat . pesawat mini, yang jika kena angin atau menabrak awan, sensasinya, cukup membuat jantung mencolos. Apalagi jika saatnya landing wuih benar-benar seakan naik kora-kora- salah satu wahana di dufan yang mampu membuat muntah-. Dan saya akui saya KO saat itu, ketika pilot memulai manuver nya, keringat dingin mulai mengucur, perut terasa teraduk-aduk tak karuan, jantung seakan naik turun dari tempatnya, dan rasa ingin muntah sepertinya sudah berada dikerongkongan yang paling atas, telinga juga rasanya sedikit nyeri akibat perbedaan tekanan udara.wuih yang jelas benar-benar pengalaman yang seru dan terlupakan. Anda ingin mencobanya?